Integration of IoT and GIS Technologies for Pest Monitoring in Dryland Sweet Potato Cultivation
Integration of IoT and GIS Technologies for Pest Monitoring in Dryland Sweet Potato Cultivation
Sweet potato (Ipomoea batatas) is a strategic food crop that plays an important role in food security within tropical regions, yet its productivity is frequently hindered by pest infestations such as armyworms, aphids, and stem borers. Traditional manual monitoring methods are considered less effective due to systematic delays in detecting field outbreaks early. As an innovative solution, the integration of Internet of Things (IoT) and Geographic Information System (GIS) technologies is applied to build a precision agriculture early-warning system capable of automatically recording microclimate parameters (temperature, humidity, light intensity) while mapping pest distribution spatio-temporally.
The system's workflow utilizes multiple sensor nodes equipped with ESP32-CAM, DHT22 sensors, and Neo-6M GPS to periodically transmit environmental data and crop visual imagery to the cloud via a gateway. Farmers receive real-time notifications on their smartphones via the Blynk application; if the visual crop damage level is detected to exceed 25%, the system automatically recommends field inspections or targeted pesticide spraying specifically in the infested areas. Through this data-driven approach, pest management decisions can be executed faster and more accurately, effectively reducing excessive chemical pesticide use to achieve sustainable dryland agroecosystem practices.
https://rynanagriculture.com/insect-monitoring-system
Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan di daerah tropis, namun produktivitasnya sering kali terganggu oleh serangan hama seperti ulat grayak, kutu daun, dan penggerek batang. Metode pemantauan manual konvensional dinilai kurang efektif karena sering mengalami keterlambatan dalam mendeteksi gejala serangan di lapangan. Sebagai solusi inovatif, integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Geographic Information System (GIS) diterapkan untuk membangun sistem peringatan dini pertanian presisi yang mampu merekam parameter mikroklimat (suhu, kelembaban, intensitas cahaya) secara otomatis sekaligus memetakan sebaran hama secara spasial-temporal.
Alur kerja sistem ini memanfaatkan beberapa node sensor berbasis ESP32-CAM, sensor DHT22, dan GPS Neo-6M untuk mengirimkan data kondisi lingkungan serta citra visual tanaman ke cloud melalui gateway secara berkala. Petani akan menerima notifikasi real-time via aplikasi Blynk pada ponsel pintarnya; jika tingkat kerusakan visual tanaman terdeteksi melebihi 25%, sistem akan otomatis merekomendasikan tindakan pemeriksaan lapangan atau penyemprotan pestisida secara spesifik pada area terinfeksi. Melalui pendekatan berbasis data ini, pengambilan keputusan pengendalian hama dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat sasaran, serta mampu menekan penggunaan pestisida kimia yang berlebihan demi mewujudkan budidaya pertanian lahan kering yang berkelanjutan.
Reference:
Qurnain, M. Z., Fauzi, T., Sudharmawan, A. A. K., & Suwardji. (2025). Pemanfaatan IoT dan GIS dalam Pemantauan dan Identifikasi Hama pada Ubi Jalar (Ipomoea batatas) di Lahan Kering. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROKOMPLEK, 4(2), 463-470.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia