The Effect of Environmental Factors on the Egg Productivity of KUB Chickens in the Layer Phase
The Effect of Environmental Factors on the Egg Productivity of KUB Chickens in the Layer Phase
Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) chickens represent an elite strain of local laying hens genetically developed to maximize egg production. Despite their high genetic potential, their egg productivity during the layer phase is heavily influenced by microclimatic environmental factors inside the poultry house, including wind speed, lighting, humidity, and temperature. Assessing these variables is critical, as maintaining thermal comfort and proper air circulation within a closed-house system using a litter/postal design serves as the primary defense against environmental stress and physiological decline.
According to the multiple linear regression analysis, all environmental factors collectively contribute 31,4% (R2 = 0,314) to the egg productivity of KUB chickens. Partially, only wind speed 1,46 m/s exerted a positive and statistically significant impact (p < 0.05) on egg production. Adequate wind speed is essential for mitigating heat stress and regulating the chickens' body temperature. In contrast, other parameters such as lighting (averaging 17.53 lux, humidity (averaging 72.11%), and ambient temperature (averaging 27.71 C) did not exhibit statistically significant partial effects on egg yield during weeks 43–46. Nevertheless, excessive humidity showed a negative trend, as high moisture levels can impair respiration due to increased ammonia gas accumulation.
https://gomart.co.id/en/products/telur-ayam-negeri-10-pcs-55334
Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) merupakan salah satu strain ayam kampung petelur unggul hasil seleksi genetik yang dirancang untuk memiliki kemampuan produksi telur yang optimal. Meskipun memiliki potensi genetik yang tinggi, produktivitas telur ayam KUB fase layer sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikroklimat di dalam kandang, seperti kecepatan angin, pencahayaan, kelembaban, dan suhu. Evaluasi terhadap faktor-faktor ini sangat krusial mengingat kenyamanan termal dan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang tertutup (closed house) dengan sistem litter/postal berperan sebagai penopang utama performa fisiologis ayam agar terhindar dari stres lingkungan.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, seluruh faktor lingkungan tersebut secara simultan memberikan kontribusi sebesar 31,4% (R2 = 0,314) terhadap produktivitas telur ayam KUB. Secara parsial, hanya variabel kecepatan angin yang memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik (p < 0,05) dengan nilai rata-rata 1,46 m/s. Kecepatan angin yang cukup membantu menurunkan risiko heat stress dan menjaga suhu tubuh ayam tetap stabil. Sebaliknya, variabel lain seperti pencahayaan (rata-rata 17,53 lux, kelembaban (rata-rata 72,11%), dan suhu udara (rata-rata 27,71 C) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap produktivitas telur pada umur 43–46 minggu, meskipun kelembaban yang terlalu tinggi cenderung berkorelasi negatif karena dapat memicu gangguan pernapasan akibat akumulasi gas amonia.
Reference:
Dameanti, F. N. A. E. P., Firdaus, M. A., Titisari, N., Aditya, S., & Guritno, I. (2020). Pengaruh faktor lingkungan terhadap produktivitas telur ayam kampung unggulan balitbangtan (KUB) fase layer. Jurnal Medik Veteriner, 3(2), 166-172.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia