Utilization of Chicken Manure as Organic Fertilizer in Sustainable Agriculture
Utilization of Chicken Manure as Organic Fertilizer in Sustainable Agriculture
Chicken manure is livestock waste that contains high levels of essential nutrients, making it highly suitable for use as an organic fertilizer. Its nitrogen, phosphorus, and potassium contents play a crucial role in supporting both vegetative and generative plant growth. The utilization of chicken manure also helps reduce waste accumulation in farming areas that may otherwise cause environmental pollution. According to Maddu et al. (2025), extension programs on processing livestock waste into solid organic fertilizers significantly improve community knowledge and skills in organic fertilizer production. Furthermore, Syaiful et al. (2024) state that converting livestock manure into compost increases its functional and economic value for farmers. Therefore, the use of chicken manure aligns with environmentally friendly and sustainable agricultural practices.
Processing chicken manure before field application is necessary to ensure plant and environmental safety. Composting or fermentation processes aim to reduce ammonia levels and suppress harmful pathogens. These treatments also minimize unpleasant odors commonly associated with fresh manure. Properly processed manure results in a more stable fertilizer with a balanced carbon-to-nitrogen ratio. Mature organic fertilizer is more easily absorbed by plant roots, improving nutrient efficiency. Appropriate processing techniques ultimately determine the overall quality of the organic fertilizer produced.
The use of chicken manure as fertilizer provides dual benefits for agriculture and the environment. The addition of organic matter enhances soil fertility and improves cation exchange capacity. Soil structure becomes looser and more porous, supporting optimal root development. Increased organic inputs also stimulate beneficial soil microbial activity. Another significant advantage is the reduced dependence on synthetic chemical fertilizers. Ultimately, livestock waste gains added value while contributing to a sustainable agricultural system.
https://www.kompas.com/homey/read/2021/05/27/162925876/kotoran-ayam-ternyata-bisa-jadi-pupuk-begini-memanfaatkannya
Pemanfaatan Kotoran Ayam sebagai Pupuk Organik dalam Pertanian Berkelanjutan
Kotoran ayam merupakan limbah peternakan yang memiliki kandungan unsur hara cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium di dalamnya berperan penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif serta generatif tanaman. Pemanfaatan kotoran ayam juga membantu mengurangi penumpukan limbah di area peternakan yang berpotensi mencemari lingkungan. Menurut penelitian Maddu et al. (2025), pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik melalui kegiatan penyuluhan terbukti meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pupuk organik padat. Selain itu, Syaiful et al. (2024) menyatakan bahwa pengolahan kotoran ternak menjadi kompos mampu meningkatkan nilai guna limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Dengan demikian, pemanfaatan kotoran ayam sejalan dengan konsep pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengolahan kotoran ayam perlu dilakukan sebelum diaplikasikan ke lahan agar aman bagi tanaman dan lingkungan. Proses pengomposan atau fermentasi bertujuan menurunkan kadar amonia serta menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen. Tahapan ini juga membantu mengurangi bau tidak sedap yang sering muncul dari limbah segar. Hasil pengolahan menghasilkan pupuk yang lebih stabil dan memiliki rasio karbon terhadap nitrogen yang lebih seimbang. Pupuk yang telah matang cenderung lebih mudah diserap oleh akar tanaman sehingga efektivitasnya meningkat. Penerapan teknik pengolahan yang tepat akan menentukan kualitas pupuk organik yang dihasilkan.
Pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk memberikan manfaat ganda bagi sektor pertanian dan lingkungan. Penambahan bahan organik ke dalam tanah dapat meningkatkan kesuburan serta memperbaiki kapasitas tukar kation tanah. Struktur tanah menjadi lebih gembur sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman secara optimal. Aktivitas mikroorganisme tanah juga meningkat karena tersedianya sumber nutrisi tambahan. Dampak positif lainnya adalah berkurangnya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis. Pada akhirnya, limbah peternakan memiliki nilai tambah sekaligus mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Reference:
Maddu, N. Z. H., Abdullah, N., Haerani, N., & Yatim, H. (2025). Pengaruh Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos Dan Kascing) Dengan Pemanfaatan Limbah Peternakan: The Impact of Extension Programs on the Developmet of Solid Organic Fertilizers (Compost and Vermicompost) Using Livestock Waste. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan, 21(1), 1-13.
Syaiful, F. L., Novia, D., Satria, B., Agustin, F., & Sumedi, S. (2024). Pengolahan Limbah Kotoran Ternak Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Pauh Kota Padang. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 7(3), 387-397.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia