Hydroponic Lettuce Seedling Production Using Rockwool Media
Hydroponic Lettuce Seedling Production Using Rockwool Media
Lettuce cultivation using rockwool is a common initial stage in hydroponic farming systems. This growing medium is able to maintain consistent moisture, which supports seed germination. The fibrous and porous structure of rockwool allows it to retain water while providing sufficient oxygen for young roots. In addition, the sterile nature of rockwool helps reduce the risk of disease during the early growth stage.
The seedling process begins by cutting rockwool into small cubes and moistening them with clean water. Lettuce seeds are then carefully placed into small holes at the center of the rockwool. The seedling trays are positioned in shaded areas to prevent direct exposure to sunlight. Maintenance is carried out by keeping the medium moist without causing waterlogging.
Lettuce seedlings generally begin to grow within a few days and develop their first true leaves. At this stage, seedlings are gradually exposed to sunlight to strengthen their growth. Healthy seedlings are characterized by white roots and sturdy stems before being transplanted. The use of rockwool media supports consistent lettuce seedling production that is ready for hydroponic cultivation.
https://garudaseed.co.id/4-tahap-menanam-selada-hidroponik-dengan-mudah/
Persemaian Selada Hidroponik Menggunakan Media Rockwool
Penanaman selada menggunakan media rockwool merupakan tahap awal yang umum dalam sistem budidaya hidroponik. Media ini mampu mempertahankan kelembapan secara stabil sehingga mendukung proses perkecambahan benih. Struktur rockwool yang berserat dan berpori memungkinkan penyimpanan air sekaligus menyediakan oksigen bagi akar muda. Selain itu, sifat rockwool yang steril dapat menurunkan risiko serangan penyakit pada fase awal pertumbuhan tanaman.
Proses penyemaian dilakukan dengan memotong rockwool menjadi kubus kecil dan membasahinya menggunakan air bersih. Benih selada kemudian diletakkan secara hati-hati pada lubang kecil di bagian tengah media. Tray semai diletakkan di area yang teduh untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Perawatan dilakukan dengan menjaga kelembapan media tanpa menyebabkan genangan air.
Bibit selada umumnya mulai berkecambah dalam beberapa hari dan membentuk daun sejati pertama. Pada tahap ini, bibit secara bertahap diperkenalkan dengan sinar matahari untuk memperkuat pertumbuhannya. Bibit yang siap dipindahkan memiliki akar berwarna putih dan batang yang kokoh. Penggunaan media rockwool pada tahap persemaian mendukung produksi bibit selada yang seragam dan siap ditanam pada sistem hidroponik.
Reference:
Warjoto, R. E., Barus, T., & Mulyawan, J. (2020). Pengaruh media tanam hidroponik terhadap pertumbuhan bayam (Amaranthus sp.) dan selada (Lactuca sativa). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 20(2), 118-125.
Natalia, M., Hamid, D., & Hidayati, R. (2020). Budidaya hidroponik sistem wick dengan media rockwool. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat PNP, 2(2), 24-28.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia