Utilization of Hermetia illucens Maggot as an Alternative Feed in Catfish Aquaculture
Utilization of Hermetia illucens Maggot as an Alternative Feed in Catfish Aquaculture
Maggot of Hermetia illucens (Linnaeus) is the larval stage of the black soldier fly and is known for its high protein content, making it a potential alternative feed in catfish aquaculture. The nutritional value of maggot, particularly its protein content, plays an important role in supporting the growth of catfish. The use of maggot as feed is expected to improve feed utilization efficiency and contribute to optimal fish growth.
Maggot cultivation is relatively simple and can be carried out using various types of organic waste, such as vegetable residues, tofu by-products, and household organic waste. The cultivation process includes egg hatching and larval rearing on suitable media until the larvae reach harvest size. With proper management, maggot can be produced in a relatively short period, allowing for sustainable and continuous use as an alternative feed source.
The use of maggot as an alternative feed or as a partial substitute for commercial pellets can help reduce production costs in catfish farming. This is due to the relatively high price of commercial feed compared to maggot, which can be self-produced by farmers. In addition to providing economic benefits, the use of maggot also has the potential to support the growth and survival of catfish. Therefore, maggot cultivation can be considered an efficient and sustainable feed solution for catfish farmers.
https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-7844271/maggot-jadi-andalan-pengurai-sampah-untuk-pakan-lele-di-bantar-bebang
Maggot Hermetia illucens (Linnaeus) merupakan larva dari lalat black soldier fly yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai pakan alternatif pada budidaya ikan lele. Kandungan nutrisi maggot, khususnya protein, berperan penting dalam menunjang pertumbuhan ikan lele. Penggunaan maggot sebagai pakan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.
Budidaya maggot relatif mudah dan dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah organik, seperti sisa sayuran, ampas tahu, dan limbah dapur. Proses budidaya meliputi penetasan telur dan pemeliharaan larva pada media yang sesuai hingga mencapai ukuran panen. Dengan pengelolaan yang baik, maggot dapat diproduksi dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai sumber pakan alternatif.
Pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif atau sebagai campuran pakan buatan (pelet) dapat membantu menekan biaya produksi dalam budidaya ikan lele. Hal ini disebabkan oleh harga pelet yang relatif tinggi dibandingkan dengan maggot yang dapat dibudidayakan secara mandiri. Selain memberikan keuntungan secara ekonomi, penggunaan maggot juga berpotensi mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Oleh karena itu, budidaya maggot dapat menjadi salah satu solusi pakan yang efisien dan berkelanjutan bagi pembudidaya ikan lele.
Reference:
Fauzi, R. U. A., & Sari, E. R. N. (2018). Analisis usaha budidaya maggot sebagai alternatif pakan lele. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 7(1), 39–46.
Muntafiah, I. (2020). Analisis pakan pada budidaya ikan lele (Clarias sp.) di Mranggen. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 4(1), 35–39.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia