The Importance of Water Quality Management in Reducing Stress and Improving Catfish Farming Performance
The Importance of Water Quality Management in Reducing Stress and Improving Catfish Farming Performance
Catfish culture is widely developed in Indonesia because of its relatively low maintenance costs and stable market demand. The success of catfish farming is not only determined by feed and seed quality but also by pond water quality as the main living medium for the fish. Although catfish are known to be tolerant of environmental conditions, they can still experience stress. Stress in catfish can lead to reduced appetite, inhibited growth, and even mass mortality. Therefore, proper water quality management is a crucial factor in supporting successful catfish cultivation.
In farming practices, pond maintenance is often neglected because catfish are considered easy to cultivate. However, poorly managed ponds can cause the water to become turbid and produce a strong, unpleasant odor. The decline in water quality is generally caused by the accumulation of leftover feed, fish waste, and metabolic by-products. Unsuitable water quality conditions can disrupt fish metabolism and increase stress levels. Regular monitoring of water quality parameters such as temperature, pH, and dissolved oxygen is therefore necessary.
One of the main problems in catfish culture is the increase in ammonia levels due to the accumulation of organic matter. High ammonia concentrations can damage the gills and reduce the immune system of catfish. This condition not only affects fish health but also disturbs the surrounding environment. Pond management efforts can be carried out through proper feeding practices and periodic water exchange. In addition, the use of optimal aeration plays an important role in improving water quality and reducing stress levels in catfish.
https://bspradiopekalongan.com/budidaya-ikan-lele-cara-memberi-makan-agar-ikan-lele-berkualitas/
Budidaya ikan lele banyak dikembangkan di Indonesia karena biaya pemeliharaan yang relatif rendah dan permintaan pasar yang stabil. Keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh pakan dan benih, tetapi juga oleh kualitas air kolam sebagai media hidup ikan. Meskipun dikenal tahan terhadap kondisi lingkungan, ikan lele tetap dapat mengalami stres. Stres pada ikan lele dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, pertumbuhan terhambat, hingga kematian massal. Oleh karena itu, pengelolaan kualitas air menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya.
Pada praktik budidaya, aspek perawatan kolam sering diabaikan karena ikan lele dianggap mudah dipelihara. Padahal, kolam yang kurang terkelola dapat menyebabkan air keruh dan berbau menyengat. Penurunan kualitas air umumnya disebabkan oleh akumulasi sisa pakan, kotoran ikan, dan limbah metabolisme. Kondisi kualitas air yang tidak sesuai dapat mengganggu metabolisme ikan dan meningkatkan tingkat stres. Pemantauan parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut perlu dilakukan secara rutin.
Salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan lele adalah meningkatnya kadar amonia akibat penumpukan bahan organik. Amonia yang tinggi dapat merusak insang dan menurunkan daya tahan tubuh ikan lele. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ikan, tetapi juga menimbulkan gangguan lingkungan sekitar. Upaya pengelolaan kolam dapat dilakukan melalui pengaturan pakan dan pergantian air secara berkala. Selain itu, penggunaan aerasi yang optimal berperan penting dalam meningkatkan kualitas air dan menurunkan tingkat stres ikan.
Reference:
Adharani, N., Soewardi, K., Syakti, A. D., & Hariyadi, S. (2016). Manajemen kualitas air dengan teknologi bioflok: Studi kasus pemeliharan ikan lele (Clarias Sp.). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(1), 35-40.
Andriani, Y., & Nurinsani, R. A. (2025). Sistem Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) dalam Kolam Terpal dengan Teknologi Nano Bubble. Journal of Fish Nutrition, 5(1), 55-67.
Sugianti, E. P., & Hafiludin, H. (2022). Manajemen Kualitas Air Pada Pembenihan Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) di Balai Benih Ikan (BBI) Pamekasan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 3(2), 32-36.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia