Accuracy of Laying Hen Feed Composition and Its Implementation Challenges at the Farmer Level
Accuracy of Laying Hen Feed Composition and Its Implementation Challenges at the Farmer Level
The management of laying hens is highly dependent on feed management, as feed represents the largest production cost and directly affects egg quantity and quality. Scientifically, the nutritional requirements of laying hens have been clearly defined according to age and production phase, including protein, energy, and calcium levels. However, in field practice, these nutritional standards are often not fully implemented due to variations in environmental conditions, feed quality, and farming systems.
Nutritional requirements of laying hens change with age and production stage. During the early laying phase, hens require higher protein levels to support stable egg production, while during peak production, calcium demand increases significantly for eggshell formation. Problems arise when farmers use a single feed formulation continuously without adjusting it to the production phase, leading to nutrient deficiencies that result in decreased egg production, inconsistent egg size, and weak eggshells.
The gap between scientific recommendations and field practices indicates that feed management is not purely a technical issue but is also influenced by economic constraints and farmers’ knowledge. Therefore, a more adaptive and contextual nutritional approach is needed by considering local conditions, availability of feed ingredients, and regular evaluation of production performance. Integrating scientific standards with practical field experience can help achieve a more efficient and sustainable laying hen production system.
https://intimustika.web.indotrading.com/blog/pakan-untuk-ayam-petelur
Perawatan ayam petelur sangat bergantung pada manajemen pakan karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dan berpengaruh langsung terhadap jumlah serta kualitas telur. Secara ilmiah, kebutuhan nutrisi ayam petelur telah ditetapkan berdasarkan fase umur dan tingkat produksi, seperti kebutuhan protein, energi, dan kalsium untuk pembentukan telur. Namun, dalam praktik di lapangan, penerapan standar nutrisi tersebut sering kali tidak berjalan optimal akibat perbedaan kondisi lingkungan, kualitas bahan pakan, dan sistem pemeliharaan yang beragam.
Kebutuhan nutrisi ayam petelur berubah seiring bertambahnya umur dan fase produksi. Pada fase awal bertelur, ayam membutuhkan protein lebih tinggi untuk mendukung stabilitas produksi, sedangkan pada fase puncak produksi kebutuhan kalsium meningkat untuk pembentukan cangkang telur. Permasalahan muncul ketika peternak menggunakan satu jenis pakan tanpa menyesuaikan fase produksi, sehingga ayam berisiko mengalami kekurangan nutrisi yang berdampak pada penurunan produksi, ukuran telur tidak seragam, dan kualitas cangkang yang buruk.
Kesenjangan antara rekomendasi ilmiah dan praktik lapangan menunjukkan bahwa manajemen pakan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi faktor ekonomi dan pengetahuan peternak. Oleh karena itu, pendekatan nutrisi ayam petelur perlu bersifat adaptif dan kontekstual, dengan mempertimbangkan kondisi lokal, ketersediaan bahan pakan, serta evaluasi produksi secara berkala. Integrasi antara standar ilmiah dan praktik lapangan diharapkan mampu menciptakan sistem pemeliharaan ayam petelur yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Reference:
Abdullah, A., Sumiati, & Astuti, D. A. (2020). Kualitas pakan dan hubungannya dengan produktivitas ayam petelur pada peternakan rakyat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, 7(2), 87–95.
Bain, M. M., Dunn, I. C., & Wilson, P. W. (2021). Dietary calcium requirements and eggshell quality in laying hens. British Poultry Science, 62(4), 1–9.
Leeson, S., & Summers, J. D. (2019). Commercial Poultry Nutrition (3rd ed.). Nottingham University Press.
Putri, A. M., Yurnalis, & Syafril. (2021). Kebutuhan nutrisi ayam petelur berdasarkan fase produksi di daerah tropis. Journal of Tropical Animal Production, 22(1), 15–23.
Widodo, E., & Sudiyono. (2018). Evaluasi penggunaan pakan komersial terhadap performa produksi ayam petelur. Jurnal Peternakan Indonesia, 20(3), 141–149.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia