Utilization of Probiotics to Optimize the Growth and Endurance of Catfish in Cultivation Activities
Utilization of Probiotics to Optimize the Growth and Endurance of Catfish in Cultivation Activities
Probiotics are live microorganisms that are added to fish feed to improve health and growth performance. In catfish aquaculture, probiotics play a crucial role in maintaining the balance of beneficial microorganisms in the digestive tract. This microbial balance supports a more efficient digestion process and enhances nutrient absorption from the feed. When digestion runs optimally, the fish are able to convert feed into energy and body mass more effectively. As a result, overall growth performance can be significantly improved.
In addition to improving digestion, probiotics also contribute to a healthier rearing environment. Probiotic microorganisms help break down leftover feed and organic waste produced by fish metabolism. This process reduces the accumulation of harmful tsubstances such as ammonia and nitrite in the water. A cleaner and more stable aquatic environment helps minimize stress in catfish. Reduced stress levels allow fish to maintain normal feeding behavior and support continuous growth.
The application of probiotics has also been proven to reduce the Feed Conversion Ratio (FCR) in catfish farming. A lower FCR indicates that less feed is required to produce a certain amount of weight gain. This improvement reflects more efficient feed utilization and better overall fish performance. In addition, probiotics help strengthen the immune system, making fish more resistant to disease. Therefore, the use of probiotics not only increases productivity but also reduces production costs, supporting sustainable aquaculture practices.
https://www.emindonesia.com/read/1247/em4-tingkatkan-kesehatan-lele-di-kolam-bioflok
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang ditambahkan ke dalam pakan ikan untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan. Dalam budidaya ikan lele, probiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme yang menguntungkan di saluran pencernaan. Keseimbangan mikroba ini mendukung proses pencernaan yang lebih efisien dan meningkatkan penyerapan nutrisi dari pakan. Ketika proses pencernaan berjalan optimal, ikan mampu mengubah pakan menjadi energi dan pertambahan bobot tubuh dengan lebih baik. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja pertumbuhan ikan lele.
Selain meningkatkan fungsi pencernaan, probiotik juga berkontribusi terhadap kualitas lingkungan budidaya. Mikroorganisme probiotik membantu menguraikan sisa pakan dan limbah organik hasil metabolisme ikan. Proses ini dapat menurunkan akumulasi zat berbahaya seperti amonia dan nitrit di dalam air. Lingkungan perairan yang lebih bersih dan stabil mampu mengurangi tingkat stres pada ikan lele. Kondisi ini memungkinkan ikan tetap aktif makan dan tumbuh secara optimal.
Penggunaan probiotik juga terbukti mampu menurunkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) dalam budidaya ikan lele. Nilai FCR yang lebih rendah menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertambahan bobot ikan menjadi lebih sedikit. Hal ini mencerminkan efisiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik. Selain itu, probiotik dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit. Dengan demikian, penggunaan probiotik tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menekan biaya produksi dan mendukung sistem budidaya yang berkelanjutan.
Reference:
Dewi, R. R. S. P. S., & Tahapari, E. (2017). Pemanfaatan probiotik komersial pada pembesaran ikan lele (Clarias gariepinus). Jurnal Riset Akuakultur, 12(3), 275-281.
Pratama, F. A., Afiati, N., & Djunaedi, A. (2016). Kondisi kualitas air kolam budidaya dengan penggunaan probiotik dan tanpa probiotik terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang (clarias sp) di Cirebon, Jawa Barat. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 5(1), 38-45.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia