Utilization of Local Microorganisms (MOL) from the Surrounding Environment
Utilization of Local Microorganisms (MOL) from the Surrounding Environment
Local Microorganisms (MOL) is a self-made fermentation solution that functions as a starter to accelerate the production of organic compost, taking only about three weeks. MOL production is very cost-effective because it utilizes leftover materials available in the surrounding environment, consisting of three main components: a carbohydrate source (such as rice washing water or stale rice), glucose (such as brown sugar solution or coconut water), and a source of decomposition bacteria (such as rotten fruit, stale vegetables, or rice field snails).
The preparation process is very simple, by mixing these three ingredients in a sealed container and letting them ferment for 4 to 7 days until they emit a distinct aroma similar to tape (fermented cassava). Once mature, MOL can be applied by gradually pouring it onto organic material to accelerate composting, or diluted with water (a ratio of 1 part MOL to 15 parts water) to be used as a liquid organic fertilizer poured directly onto the soil around the plant area.
https://bbppbinuang.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/eksplorasi-mikrooganisme-lokal--mol--guna-mendukung-pertanian-ramah-lingkungan
Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Lingkungan Sekitar
Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil fermentasi buatan sendiri yang berfungsi sebagai starter untuk mempercepat pembuatan kompos organik hingga memakan waktu sekitar tiga minggu saja. Pembuatan MOL sangat hemat biaya karena memanfaatkan bahan sisa yang ada di lingkungan sekitar, yang terdiri dari tiga komponen utama: sumber karbohidrat (seperti air cucian beras atau nasi basi), glukosa (seperti larutan gula merah atau air kelapa), dan sumber bakteri pengurai (seperti buah busuk, sayur basi, atau keong sawah).
Proses pembuatannya sangat singkat, yakni dengan mencampurkan ketiga bahan tersebut ke dalam wadah tertutup dan membiarkannya terfermentasi selama 4 hingga 7 hari sampai mengeluarkan aroma khas seperti tape. Setelah matang, MOL dapat diaplikasikan dengan cara disiramkan secara bertahap ke bahan organik untuk mempercepat pengomposan , atau diencerkan dengan air (perbandingan 1 bagian MOL dan 15 bagian air) untuk dijadikan pupuk cair organik yang disiramkan langsung ke tanah di sekitar area tanaman.
Reference:
Hadi, R. A. (2019). Pemanfaatan MOL (mikroorganisme lokal) dari Materi yang Tersedia di Sekitar Lingkungan. Agroscience (Agsci), 9(1), 93.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia