Circular Agriculture Model in Greenhouses: Synergy of Crops, Livestock, and Fisheries
Circular Agriculture Model in Greenhouses: Synergy of Crops, Livestock, and Fisheries
Greenhouses are an innovation in modern agriculture that allows for optimal environmental control for optimal plant growth. As greenhouses develop, they are no longer used solely for crop cultivation but are also combined with integrated farming systems. These systems integrate various components such as hydroponic plants, fish farming, and waste management within a single ecosystem. This approach has been proven to increase resource efficiency and productivity sustainably.
One example of this is the aquaponics system, which combines fish and crop cultivation in a single cycle. Waste from fish, such as catfish, is used as nutrients for the plants, creating a mutually beneficial relationship. Furthermore, the use of maggots (Black Soldier Fly larvae) plays a crucial role in processing organic waste into natural fertilizer and alternative feed. This utilization can increase system efficiency while reducing waste in the greenhouse.
Integration with chicken farming further strengthens the concept of circular agriculture in greenhouses. Maggots produced from organic waste can be used as chicken feed due to their high protein content. This not only reduces feed costs but also increases the economic value of the integrated farming system. With the interrelationship between these components, greenhouses can be an innovative solution to support sustainable agriculture and food security in the future.
https://atami.com/blog/cultivation/grow-vegetables-in-a-greenhouse
Model Pertanian Sirkular di Greenhouse: Sinergi Tanaman, Ternak, dan Perikanan
Greenhouse merupakan inovasi dalam pertanian modern yang memungkinkan pengendalian lingkungan secara optimal sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Dalam perkembangannya, greenhouse tidak hanya digunakan untuk budidaya tanaman, tetapi juga dikombinasikan dengan sistem pertanian terpadu. Sistem ini mengintegrasikan berbagai komponen seperti tanaman hidroponik, budidaya ikan, serta pengolahan limbah dalam satu ekosistem. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan produktivitas secara berkelanjutan .
Salah satu bentuk penerapannya adalah sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus. Limbah dari ikan seperti lele dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman, sehingga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Selain itu, penggunaan maggot (larva lalat Black Soldier Fly) juga berperan penting dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk alami maupun pakan alternatif. Pemanfaatan ini dapat meningkatkan efisiensi sistem sekaligus mengurangi limbah dalam greenhouse .
Integrasi dengan peternakan ayam semakin memperkuat konsep pertanian sirkular dalam greenhouse. Maggot yang dihasilkan dari limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam karena memiliki kandungan protein tinggi. Hal ini tidak hanya menekan biaya pakan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dari sistem pertanian terpadu. Dengan adanya keterkaitan antar komponen tersebut, greenhouse dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di masa depan.
Reference:
Mulyawan, A. E., Heriansah, H., Yulianto, H., Nursyahran, N., Aisa, N., Fadillah, F. E., & Nurdiana, N. (2025). Pelatihan Penyemaian Sayuran Akuaponik dan Pembesaran Maggot pada Sistem LETSGO (Lele Terintegrasi Sayuran dan Maggot): Aquaponic Vegetable Seeding and Maggot Rearing Training in the LETSGO System (Integrated Vegetable, Maggot and Catfish). PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(2), 548-554.
Lesmana, D., Baharun, A., & Wahyudin, Y. (2025). Pemanfaatan Maggot pada Budidaya Lobster Air Tawar dengan Teknologi Akuaponik di Kabupaten Bogor. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 149-158.
Refandy, A., Asmawati, A., & Idrus, M. (2022). Peningkatan efisiensi pakan dan IOFC ayam KUB fase grower terhadap pemberian larutan asam amino berbasis maggot BSF (Hermetia illucens) dengan konsentrasi yang berbeda dalam pakan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, 2(2), 129-135.
PT. Precision Agriculutre Indonesia adalah ekosistem digital pertanian Indonesia yang mengintegrasikan agrotech, pertanian presisi, pertanian cerdas, dan pertanian pintar melalui pemanfaatan teknologi seperti sensor pertanian, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sistem irigasi otomatis, pemupukan cerdas, dan pemantauan tanaman berbasis data real-time, serta menghadirkan layanan edukasi petani modern, digitalisasi agribisnis, pasar produk pertanian online, penguatan rantai pasok, inovasi teknologi tepat guna, dan solusi pertanian ramah lingkungan yang mendukung pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era Revolusi Industri 4.0. Pertanian Presisi Indonesia